Hobimotor.com – Kymco AK 550 selalu terlihat menggiurkan sebagai skuter maxi bertenaga besar dengan desain gagah. Namun setelah dipakai lebih dekat, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Kelemahan Kymco AK 550 standard mulai terasa terutama saat dibandingkan dengan versi Premium atau rival sekelasnya, membuat sebagian calon pemilik berpikir dua kali sebelum memutuskan membeli. Nah, di bawah ini beberapa Kelemahan Kymco AK 550 yang wajib kamu ketahui sebelum membelinya.
1. Fitur Keamanan dan Kenyamanan yang Terasa Tertinggal
Kelemahan Kymco AK 550 standard paling jelas terlihat dari sisi fitur. Untuk ukuran skuter maxi premium, absennya beberapa teknologi penting terasa cukup disayangkan. Model standar ini belum dibekali Traction Control System, yang seharusnya berguna menjaga traksi roda belakang saat melintasi jalan licin atau ketika akselerasi mendadak.
Selain itu, Kymco AK 550 standard juga tidak memiliki Advanced Intelligent Braking System yang membantu pengereman saat menikung. Bagi pengendara yang sering touring atau melibas jalur pegunungan, fitur ini sebenarnya cukup krusial. Tidak adanya cruise control juga menjadi catatan, karena fitur tersebut sangat membantu menjaga kecepatan konstan di perjalanan jauh dan mengurangi kelelahan tangan.
Dalam penggunaan harian, kekurangan fitur-fitur ini membuat Kelemahan Kymco AK 550 standard terasa semakin nyata, apalagi saat membandingkannya dengan versi Premium yang tampil jauh lebih lengkap.
2. Konsumsi Bahan Bakar dan Bobot yang Perlu Dipertimbangkan
Selain fitur, Kelemahan Kymco AK 550 standard juga muncul dari efisiensi bahan bakarnya. Dengan konsumsi rata-rata sekitar 21,7 km per liter, angka ini tergolong cukup boros untuk sebuah skuter. Memang kapasitas mesin 550 cc menuntut suplai bahan bakar lebih besar, namun bagi pengguna yang ingin menjadikannya kendaraan harian, konsumsi ini bisa menjadi beban biaya tambahan.
Baca juga: Cari Motor Adventure Murah untuk Touring Jarak Jauh? Ini Pilihannya!
Tidak berhenti di situ, bobot motor yang mencapai sekitar 226 kg juga memberi tantangan tersendiri. Saat melaju kencang, bobot ini justru membantu stabilitas. Namun ketika digunakan pada kecepatan rendah, bermanuver di parkiran sempit, atau menghadapi macet padat, motor terasa berat dan kurang praktis.
Bagi pengendara bertubuh besar mungkin hal ini tidak terlalu masalah. Namun untuk pengguna yang terbiasa dengan skuter lebih ringan, Kelemahan Kymco AK 550 standard dari sisi bobot bisa langsung terasa sejak hari pertama pemakaian.
3. Sistem Kunci dan Kesan Kurang Modern
Di era motor modern, kehadiran sistem keyless sudah hampir menjadi standar, terutama di segmen premium. Sayangnya, Kelemahan Kymco AK 550 juga terletak pada absennya fitur ini. Pengguna masih harus mengandalkan kunci fisik konvensional, yang secara fungsi memang tidak bermasalah, tetapi terasa ketinggalan zaman.
Kesan kurang modern ini menjadi semakin kontras ketika melihat kompetitor atau versi Premium AK 550 yang sudah mengadopsi teknologi lebih mutakhir. Buat sebagian pengguna, kondisi seperti ini sebenarnya masih bisa dimaklumi. Namun bagi pembeli yang menginginkan pengalaman berkendara serba praktis dan futuristik, detail kecil seperti ini sering kali jadi faktor penentu.
Dalam jangka panjang, minimnya fitur modern juga bisa memengaruhi nilai jual kembali. Pasar cenderung melirik motor dengan teknologi lebih lengkap, sehingga Kelemahan Kymco AK 550 standard bukan hanya terasa saat dipakai, tetapi juga saat ingin dilepas suatu hari nanti.
Pada akhirnya, Kelemahan Kymco AK 550 standard bukan berarti motor ini buruk atau tidak layak dibeli. Tenaganya tetap kuat, kenyamanannya masih terjaga, dan desainnya tetap mencuri perhatian.
Namun calon pembeli perlu memahami bahwa Kelemahan Kymco AK 550 terletak pada fitur yang tertinggal, konsumsi BBM yang cukup boros, serta bobot yang tidak ringan. Dengan memahami hal-hal tersebut sejak awal, keputusan membeli bisa diambil dengan lebih realistis dan sesuai kebutuhan.











